Bimbingan Pupuk dan Pemupukan Indonesia

ACUAN TEKNIS OPERASIONAL PENERAPAN BUDIDAYA TANAMAN PADI/BERAS SEHAT DENGAN PENDEKATAN EKOLOGIS MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN

Hari Ke Perlakuan Keterangan Catatan

-21 hst Penghamparan Jerami/Tebon jagung sisa panen musim sebelumnya Diratakan pada seluruh petakan
-20 hst Aplikasi boosleman Dekomposer (Geobacillus) Mempercepat proses dekomposisi jerami Dosis 20 liter/ha +
-21 hst Peram Benih (perendaman pada larutan PGPR 10‰) Perendaman pada larutan PGPR 10‰
-18 hst Tebar Benih (Lahan semai yang sudah jadi ditebar kompos 25kg/10kg benih) Kebutuhan Benih 25 – 40 Kg/ha
-17 hst Penanaman Tanaman Refugia (Kenikir, wijen, Bunga Matahari, Kacang hijau, dll) di tanggul kali, tepi jalan atau pematang yang memungkinkan ditanami
-15 hst Pembajakan lahan lebih awal agar reduksi/oksidasi optimal
-14 hst Aplikasi boosleman Dekomposer (Geobacillus) Stimulasi dekomposisi, reduksi dan oksidasi Dosis 20 liter/ha +
-5 hst Aplikasi Boosleman PGPR dan Metarrizhium/Beauveria pada Bibit Pada pesemaian umur 13 hari Konsentrasi 1 : 10
-5 hst Menggaru lahan Garu sampai melumpur dan rata
-4 hst Penebaran Pupuk Kompos pd Lahan Dosis 1-2 ton/ha
-4 hst Aplikasi boosleman Dekomposer (Geobacillus) Dosis masing-masing 15 liter/ha
-1 hst Tebar Pupuk Dasar (apabila dilaksanakan organik penuh tidak perlu dilakukan) Dosis : Phonska 50 kg dan 50 kg SP36
-1 hst Cabut Bibit Umur bibit 18 HST
0 hst Tanam (2-3bibit/rumpun) Jrk Tnm : Legowo 20x20x40 atau 25×25 cm
atau 6-7bibit/rumpun pada daerah endemis endemis Keong Mas Umur bibit agak tua (23-25 HST)
7 hst Aplikasi Boosleman +Bakteri Merah/Metharrizhium (Bioinsektisida dipilih salahsatu) Dosis 20 liter/ha
10 hst Pengamatan Agroekosistem (Dilakukan setiap seminggu sekali) Amati perkembangan Tanaman, OPT, MA, air, gulma dan kondisi cuaca
14 hst Pemupuka Susulan (Dilakukan atau tidak : sesuai kondisi pertumbuhan tanaman) Phonska dan Urea masing-masing 50 kg/ha
14 hst Aplikasi Boosleman +Bakteri Merah/Metharrizhium (Bioinsektisida dipilih salahsatu) Dosis 20 liter/ha
20 hst Penyiangan Sesuai kondisi pertumbuhan Gulma
21 hst Aplikasi Boosleman +Bakteri Merah/Metharrizhium (Bioinsektisida dipilih salahsatu) Dosis 20 liter/ha
35 hst Aplikasi Boosleman +Bakteri Merah/Metharrizhium (Bioinsektisida dipilih salahsatu) Dosis 20 liter/ha
45 hst Aplikasi Boosleman + Biofungisida (Pseudomonasflourescens/Trichoderma) Dosis 20 liter/ha
55 hst Aplikasi Boosleman + Biofungisida (Pseudomonas flourescens/Trichoderma) Dosis 20 liter/ha
65 hst Aplikasi Boosleman + Biofungisida (Pseudomonas flourescens/Trichoderma) Dosis 20 liter/ha (Apabila masih diperlukan)
Catatan : – Pada Daerah endemis Potong leher (Pyricularia oryzae) dan Kresek (Xanthomonas oryzae) aplikasi boosleman biofungi/bakterisida dilakukan lebih awal
– Apabila lahan merupakan endemis siput murbei, maka saat tanam sampai umur 15 hari kondisi airdi lahan jangan sampai menggenang. Cukup macak-macak saja.
– OPT : Organisme Pengganggu Tanaman; MA : Musuh Alami;
– Penerapan dimasing-masing daerah disesuaikan dengan kondisi lokal setempat

By : H Khamim Asyari
Komandan regional BPPI Areal Pantura barat ( Gresik lamongan Bojonegoro, Tuban dan sekitarnya) Penerapan tehnologi Booslem