Bimbingan Pupuk dan Pemupukan Indonesia

Acuan Teknis Aplikasi BOOSLEM pada Budidaya Jagung

Jagung merupakan salah satu komoditas utama dalam pertanian Indonesia, hampir semua wilayah di Indonesia dan petani pernah menanam jagung, akan tetapi cara budidaya jagung yang konvensional akhir-akhir ini menyebabkan hasil tidak optimal dan cenderung menurun dengan biaya yang setiap tahun semakin tinggi. Semakin banyak penggunaan pupuk kimia pada lahan, maka pestisida kimia juga akan digunakan lebih banyak, selain itu juga perkembangan penyakit pada jagung yang semakin tinggi menyebabkan beberapa petani gagal panen….

Untuk menjadikan tanaman jagung menjadi salah satu pendapatan bagi petani yang menguntungkan , ada beberapa poin utama yang harus diubah, selain teknik budidaya, perubahan iklim dan cuaca harus diperhatikan… sehingga petani dalam berbudidaya tidak mengandalkan “KEBIASAAN” tapi harus mulai memahami bahwa setiap musim akan berubah.

Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tanam jagung :

  1. Penggunaan pupuk organik bukan sebatas untuk tutup tanam tapi setiap musim harus selalu diberikan
  2. Pengolahan lahan sempurna serta mengistirahatkan lahan pertanian minimal 2 minggu sebelum tanam kembali
  3. Penggunaan benih unggul dan pupuk organik/kompos
  4. Penggunaan kenteng untuk jarak tanam, karena menggunakan kenteng dengan tidak akan mengurangi populasi tanaman 10-20% walaupun yang menanam sudah sangat ahli dan biasa (berdasar pengamatan selama 5 tahun di lahan)
  5. Pengendalian gulma secara manual minimal 1 musim sekali, dengan pendangiran, sehingga tanah akan semakin baik dan pertumbuhan tanaman semakin cepat, minimalis penggunaan herbisida kimia
  6. Pemupukan berimbang pada tanaman jagung
  7. Pengairan 1 musim 7-9 kali setiap musim dengan interval 14 hari (hindari pengairan seminggu sekali pada lahan jagung karena akan menimbulkan penyakit dan pertumbuhan lambat)
  8. Penyembretan pada umur 75 hari minimal meninggalkan 1-2 daun dibawah tongkol
  9. Pemocokan 1 minggu sebelum panen dengan tujuan menurunkan kadar air pada tanaman jagung, sehingga pasca panen tidak membutuhkan proses terlalu lama
  10. Batang jagung yang sudah dipocok I dikembalikan ke lahan untuk digunakan sebagai pupuk
  11. Hasil meningkat 20-30% dengan biaya yang berkurang.

 

Penggunaan BOOSLEMAN pada tanaman jagung mampu meningkatkan efisiensi pemupukan, mengurangi penyakit Bulai, Mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen.

jagung booslemAman dari bulai dengan aplikasi BOOSLEM walaupun lahan dikepung serangan bulai

Hasil panen menggunakan BOOSEM sebesar  9 ton per hektar dengan pengurangan biaya sebesar 30% pada penanaman di Ponorogo selama bulan Maret hingga Nopember 2014 (2 musim tanam)

 

jagung2Panen meningkat 30% dengan pengurangan biaya hingga 30%

Acuan Teknis Aplikasi BOOSLEM pada Budidaya Jagung

 

A. Untuk Olah Tanah Sempurna

 

UMUR PERLAKUAN KETERANGAN
H – 15 Sebar Kompos Dosis 4 ton per Hektar, Jika Full BOOSLEM dosis kompos 8 ton/Ha
H – 14 Semprot BOOSLEMAN Decomposer AerobPENGAIRAN 1 Resep : 100 mL Shrimp Juice +500 gram Zeomite + 1 sachet Decomposer Aerob, untuk booslem 20 literVolume semprot : 200 liter/hektar
H – 13 Pengolahan Tanah Olah tanah sempurna
H – 7 Semprot booslem  100 mL Shrimp Juice + 500 gram Zeomite + 1 sachet Bio insektisida + 1 sachet Bio Fungisida
 H – 1 Persiapan Tanam Siapkan Organik sebagai penutup lahan +Semprot boosleman Decomposer Aerob
H0 Tanam Jarak tanam 75 cm x 20 cm, tanam 1 benih per lubang, tutup dengan menggunakan kompos yang sudah disemprot menggunakan booslem

 

 

B Tanpa Olah Tanah (langsung tanam atau membuat paliran)

UMUR PERLAKUAN KETERANGAN
H – 7 Semprot Boosleman Decomposer AerobPENGAIRAN 1 Semprotkan pada kompos yang akan digunakan
H – 6 Persiapan Lahan Sebar kompos di paliran yang akan digunakan untuk tanam dan semprot kembali menggunakan boosleman.Jika lahan sisa padi, jerami diletakkan diantara paliran yang akan ditanami (tengah) setelah itu jerami disemprot dengan boosleman Decomposer
H – 2 Semprot Boosleman Jus Udang 100 ml + Zeomit 500 gram + 1 sachet Bio Insectisida + 1 sachet Bio Fungisida
H0 Tanam

 

PENGAIRAN 2

Jarak tanam 75 cm x 20 cm, tanam 1 benih per lubang, tutup dengan menggunakan kompos yang sudah disemprot menggunakan booslem

 

PERAWATAN TANAMAN

Penggunaan Pupuk Kimia 50 %

UMUR PERLAKUAN KETERANGAN
7 HST PEMUPUKAN 1

PENGAIRAN 3

Pemupukan 1 menggunakan Phonska 40% + Urea 20% (Pemupukan di gejik atau tugal), pupuk harus tertutup untuk mengurangi kehilangan hara
10 HST Kocor Boosleman ke-3 Shrimp Juice + Zeomite + NPK HayatiKocor pada tanaman jagung sebanyak 100 ml per tanaman
21 HST PEMUPUKAN 2

 

 

PENGAIRAN 4

Pemupukan 2 ( Ponska 30% + Urea/ZA 50%) pada pemupukan sekaligus dilakukan pendangiran dengan tujuan pengendalian gulma dan merangsang pertumbuhan jagung
25 HST Kocor Boosleman ke- 4 Shrimp Juice + Zeomite + Bio Insektisida + Biofungisida(Kocor pada tanaman jagung/ semprot dengan nozle diperbesar)
35 HST PEMUPUKAN 3

PENGAIRAN 5

Pemupukan 3 ( Phonska 30% + Urea/ZA 30%)Pupuk disebarkan pada aliran tanaman
45 HST Semprot Boosleman ke-5 Shrimp Juice + Zeomite + NPK Hayatisemprot ke tanah
60 HST PENGAIRAN 6  
75 HST PENGAIRAN 7 Selain pengairan, buang daun di bawah tongkol hingga tersisa 1-2 helai daun.
90 HST PENGAIRAN 8 (Meningkatkan berat tongkol)
105 HST PANEN 1 minggu sebelum panen dilakukan pemocokan/pemangkasan untuk mengurangi kadar air pada tongkol jagung

Tanpa Pupuk Kimia (FULL BOOSLEM)

UMUR PERLAKUAN KETERANGAN
7 HST Pengocoran Boosleman ke-3 Shrimp Juice + Zeomite + NPK Hayati
14 HST Boosleman ke- 4

PENGAIRAN 3

Shrimp Juice + Zeomite + Bio Insektisida + Biofungisida(Kocor pada tanaman jagung/ semprot dengan nozle diperbesar)
21 HST Semprot Boosleman ke- 5 Shrimp Juice + Zeomite + NPK HayatiSemprot ke tanah dan tanaman
28 HST Pengocoran Boosleman ke- 6PENGAIRAN 4 Shrimp Juice + Zeomite + Bio Insektisida + Biofungisida
35 HST Boosleman ke-7 Shrimp Juice + Zeomite + NPK HayatiSemprot ke tanah
45 HST Semprot Boosleman ke-8PENGAIRAN 5 Shrimp Juice + Zeomite + Bio Insektisida + Biofungisidasemprot ke tanah
60 HST Semprot Boosleman ke-9PENGAIRAN 6 Shrimp Juice + Zeomite + NPK HayatiSemprot ke tanah
75 HST PENGAIRAN 7 Selain pengairan, buang daun di bawah tongkol hingga tersisa 1-2 helai daun.
90 HST PENGAIRAN 8 (Meningkatkan berat tongkol)
105 HST PANEN 1 minggu sebelum panen dilakukan pemocokan/pemangkasan untuk mengurangi kadar air pada tongkol jagung

Leave a Reply

Your email address will not be published.