Bimbingan Pupuk dan Pemupukan Indonesia

Lelembut Si Bejo – Edisi BOOSLEM II

Booslem-2Bedengan brambang si Bejo sudah selesai, seminggu lagi sudah tanam. Sekarang adalah saat yg tepat untuk menebar pasukan lelembut/mikroba agen hayati.

Hari ini, setelah istirahat siang dan sholat Dhuhur, Bejo mangambil henpon dan menekan nomer 0813xxxxxxxx, menghubungi Kang Warso. (Intinya memberitahukan bahwa sore nanti Bejo akan mengaplikasikan pasukan mikroba)

Sore hari di Lahan

KangWarso : “Assalamualaikum mas Bejo.”

Bejo : “Wa Alaikum Salam Kang.”

KangWarso : “Gimana..Sudah siap semuanya?”

Bejo : “Sudah Kang, ini saya pinjam Sanchin ke Master Yul, biar kerjaan lebih cepat dan efisien. Ini sudah Saya siapkan semua pasukannya sesuai petunjuk kang warso, ada Trichoderma, Streptomyces, Azospirillum, Azotobacter, Bacillus subtilis, Pseudomonas flourescens, Bacillus thuringiensis, Metarizium, dan Beauveria.” (Isolatnya minta di Kang Warso)

KangWarso : “Ok siiip…!”

Bejo : “Ini gimana pencampurannya kang ? Dosisnya berapa ?”

KangWarso : “Campurkan saja masing-masing sebanyak 10 mL per-liter.” (1 liter per 100 liter)

Bejo : “Siap laksanakan ! Cara aplikasinya bagaimana kang ?”

KangWarso : “Semprotkan saja ke bedengan secara merata, sebasah mungkin.”

Bejo : “Ok kang, saya kerjakan dulu.”

KangWarso : “Monggo Mas…..”

10 menit, selesai lahan 1000 meter. Larutan 100 liter

Bejo : “Gimana Kang, sudah benar aplikasinya ?”

KangWarso : “Sudah Mas..”

Bejo : “Sip, kalo gitu ayo kita ke saung, sambil ngopi dan makan gedang goreng, sekalian ada yang mau saya tanyakan. Mari Kang….”

Mereka berdua berjalan menuju ke saung yang jaraknya hanya 2 meter, hihihi..

Bejo : “Monggo Kang, diunjuk kopine.”

KangWarso : “Nggeh, suwun mas…”

Bejo : (buka hape, klik record) “Emm Kang, kenapa aplikasi mikroba njenengan sarankan sore hari ?”

KangWarso : “Bebrapa jenis bakteri, sensitif terhadap cahaya matahari dan suhu. Jadi hasil optimal akan diperoleh ketika diaplikasikan sore hari, kisaran setelah jam 4.”

Bejo : “Oww gitu, sebenarnya tujuan kita memberikan mikroba ke lahan itu untuk apa sih Kang? Apa malah tidak menambah biaya ?”

KangWarso : “Utamanya adalah untuk menyehatkan tanah, sterilisasi tanah dari organisme patogen, rehabilitasi tanah dari pengaruh penggunaan pestisida kimia, meningkatkan proses penguraian/dekomposisi bahan organik yg hasil akhirnya adalah humus, menjaga kestabilan pH tanah, menguraikan unsur hara yg terikat tanah sehingga pemupukan menjadi efisien, yang pada akhirnya semua itu akan membuat tanaman sehat dan gak gampang sakit-sakitan. Tanah sehat, tanaman sehat, panen meningkat dan petani senang, insyaAllah.”

Bejo : “Waaah, setuju Kang.. Bisakah dijelaskan peran dari masing-masing pasukan itu Kang ?”

KangWarso : Trichoderma adalah agen hayati musuh alami beberapa patogen tular tanah, seperti Fusarium, Pythium, Pythophthora.”

Streptomyces mampu menghasilkan antibiotik Streptomycin, benteng terhadap patogen dari golongan bakteri seperti Ralstonia. Keduanya berperan dalam sterilisasi tanah.”

Azospirillum dan Azotobacter : mempunyai kemampuan merangsang pembentukan akar, menambat Nitrogen, menghasilkan hormon Auksin, Sitokinin, Giberelin.”

Bacillus Subtilis dan Pseudomonas Flourescens : dua sejoli, bersifat endofit dapat masuk ke jaringan tanaman, kemampuan kolonisasi/menguasai perakaran dan jaringan tanaman, sehingga tidak ada tempat bagi patogen, menambat N, pelarut P, menghasilkan zpt, dll.”

Bacillus Thuringiensis, Serratia, Metarizium, dan Beauveria : semuanya adalah benteng terhadap hama, spora nya bertahan di dalam tanah, dan bisa menginfeksi hama.”

“Itu semua kerjaan masing-masing pasukan mikroba, mereka bekerja bersama saling beriringan.”

“Itu sedikit penjelasan singkat mengenai mikroba/agen hayati/lelembut.”

Bejo : “Gamblaaang, makasih banyak Kang…!”

Kang Warso : “Sama-sama, semoga bermanfaat, sebentar lagi adzan Maghrib, mari kita pulang siap-siap sholat mas.”

Keduanya pulang ke rumah masing-masing..

Bersambung…

Sumber : Kang Warso

8 thoughts on “Lelembut Si Bejo – Edisi BOOSLEM II

  1. Ibnu Majid

    Pak, Trichoderma, Streptomyces, Azospirillum, Azotobacter, Bacillus subtilis, Pseudomonas flourescens, Bacillus thuringiensis, Metarizium, dan Beauveria bisa dcampur dalam satu adukan booblem atau dibuat terpisah?
    Aplikasi ke lahan, sminggu/sbulan berapa kali?
    Terimakasih

    1. BPP Indonesia Post author

      Sebaiknya mikroba dipisahkan berdasarkan kelompok fungsinya, jika berbeda fungsi dikhawatirkan akan ada yg lebih dominan dan kelompok lain tidak berkembang. Kelompok PGPR (NPK hayati) seperti Azotobacter, Bacillus sp., Pseudomonas sp., Azospirillum, Burkholderia, Klebsiella, sebaiknya tidak disatukan dengan kelompok Biofungisida seperti Bacillus subtilis, Pseudomonas flourescens. Aplikasi yg dianjurkan 2 minggu sekali meskipun makin sering makin bagus, tetapi disesuaikan juga dengan anggaran dan nilai keekonomiannya.

  2. Adlin

    mas, gimana caranya klau saya ingin membeli pasukan mikroba itu, klau pesan ke bppi gimana caranya ya, saya di medan, mohon bantuannya..

  3. galih

    mas mau tanya ,olahan boslem kan sekali pakai ( harus segera di pakai) lalu bagai mana cara kita mempertahan kan populasi dan menambah jumlah populasi dalam waktu yang lama , apa hanya perlu di nyalakan terus aerasinya ,di tambah air dan , diberi larutan gula / molase. ???

Leave a Reply

Your email address will not be published.