Bimbingan Pupuk dan Pemupukan Indonesia

PENGARUH ASAM AMINO PADA TANAMAN

almondsBagaimana pengaruh asam amino pada tanaman? Aplikasi asam amino merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Tanaman mampu mensintesis asam amino sendiri, melalui bahan dasar carbon, oksigen, hidrogen serta nitrogen melalui proses biokimia yang kompleks dan membutuhkan energi yang cukup besar. Dengan aplikasi asam amino eksternal, maka tanaman dapat menghemat penggunaan energi, sehingga bisa digunakan untuk proses metabolisme yang lain. Penghematan energi tersebut juga akan mengurangi kebutuhan nutrisi pembentuk energi dan enzim biosintesis.

Asam amino adalah bahan dasar dalam biosintesis protein. Lebih dari 20 jenis asam amino berperan dalam proses biosintesis tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam amino secara langsung maupun tidak langsung mampu mempengaruhi aktivitas fisiologi tanaman.

Asam amino dapat diaplikasikan melalui penyemprotan daun, dan penyiraman pada tanah. Hal ini akan meningkatkan aktivitas mikroba tanah, dan mendukung proses asimilasi nutrisi.

Ketahanan Terhadap Stress Lingkungan

Kondisi cekaman lingkungan seperti suhu tinggi, kelembaban rendah, kekeringan, frost, serangan hama penyakit, banjir, atau fitotoksik akibat pestisida memiliki efek negatif terhadap metabolisme tanaman yang mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Aplikasi asam amino sebelum, selama, atau setelah terjadinya stress lingkungan akan menyediakan asupan asam amino yang berhubungan langsung dengan manajemen fisiologi stress pada tanaman, sehingga proses metabolisme tanaman tidak terganggu. Prolin berperan dalam fisiologi stress pada tanaman.

Pengaruh Pada Fotosintesis

Tanaman melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat. Laju fotosintesis yang rendah mengakibatkan berkurangnya sintesis karbohidrat (fotosintat). Kandungan klorofil sangat berperan terhadap proses fotosintesis untuk penyerapan energi cahaya. Semakin tinggi klorofil maka laju fotosintesis juga semakin tinggi.

Glisin dan asam glutamat senyawa dasar dalam pembentukan jaringan vegetatif tanaman dan sintesis klorofil. Aplikasi asam amino akan meningkatkan kandungan klorofil pada daun sehingga laju fotosintesis menjadi lebih tinggi.

Khelasi Unsur Hara

Asam amino mempunyai efek khelasi terhadap unsur hara mikro. Khelasi adalah ikatan kimia antara ion logam dengan agen pengkhelat. Ketika diaplikasikan bersama dengan unsur hara mikro, penyerapan dan transportasi nutrisi mikro dalam tanaman menjadi lebih mudah.

Glisin dan Asam Glutamat adalah agen pengkhelat yang sangat efektif.

Hormon dan Zat Pengatur Tumbuh

Asam amino adalah senyawa pembentuk beberapa hormon dan zat pengatur tumbuh. Hormon tanaman seperti auksin, sitokinin, giberelin, dan hormon yang berhubungan dengan pembentukan bunga dihasilkan melalui sintesis asam amino. Methionin adalah prekursor dari ethylene, triptofan adalah prekursor dari auksin, Arginin menginduksi pembentukan hormon-hormon pembungaan.

Mengatur Pembukaan Stomata

Stomata terutama berperan dalam pertukaran gas, pengaturan keseimbangan air dalam tanaman melalui transpirasi, membantu penyerapan unsur makro dan mikro. Proses membuka dan menutupnya stomata diatur oleh faktor eksternal ( suhu, kandungan CO2, cahaya, dan kelembaban) dan faktor internal (konsentrasi asam amino, asam absisat, dll).

Stomata menutup ketika cahaya dan kelembaban rendah, suhu tinggi. Ketika stomata menutup, maka laju fotosintesis dan transpirasi menurun, sehingga penyerapan unsur makro dan mikro akan menurun. Hal ini menyebabkan terganggunya proses metabolisme tanaman yang berakibat pada menurunnya produksi tanaman. Aplikasi asam amino akan membuat stomata membuka lebih lama sehingga akan terjadi peningkatan metabolisme tanaman.

Keseimbangan Mikrobiologi Tanah

Asam amino merupakan nutrisi bagi mikroba tanah. Aplikasi asam amino ke dalam tanah akan meningkatkan aktivitas dan populasi mikroba, mengatur keseimbangan jenis mikroba dalam tanah. Keseimbangan dan tingginya aktivitas mikroba dalam tanah akan meningkatkan mineralisasi bahan organik dalam tanah, sehingga akam meningkatkan kesuburan tanah. Siklus hara berlangsung dengan baik dan ketersediaan nutrisi bagi tanaman menjadi lebih banyak. Keseimbangan mikrobiologi tanah salah satu adalah kunci dari peningkatan kualitas tanah.

Referensi :

Shrimp JuiceĀ – Booslem.com http://booslem.com/shrimp-juice/

Leave a Reply

Your email address will not be published.