Bimbingan Pupuk dan Pemupukan Indonesia

Pengolahan Lahan Tanaman Horti (Lahan Kering)



bajak-bulls-at-work104432aTahap-tahap pengolahan lahan untuk tanaman hortikultura :

  1. Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman atau gulma. Pastikan sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya benar-benar bersih.
  2. Tanah dibajak sampai gembur dengan kedalaman sekitar 30 cm, kemudian dibiarkan selama 7 hari.
  3. Tanah yang sudah agak kering kemudian dibentuk bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 40-50 cm, lebar parit 60-70 cm, sedangkan panjang bedengan sebaiknya tidak lebih dari 12 meter.
  4. Untuk pengaturan drainase, disekeliling lahan sebaiknya dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dan kedalaman 60 cm. Pada lahan basah atau yang mudah tergenang, parit antar bedengan sebaiknya dibuat sedalam 50-60 cm.
  5. Jika pH tanah masam (pH 5,5 – 6) lakukan pengapuran sebanyak 2 ton/hektar. Dosis kebutuhan kapur menyesuaikan pH tanah. Kapur diaduk dengan tanah secara merata, kemudian siram dan biarkan kapur bereaksi.
  6. Pupuk organik/kompos diberikan sebanyak 10-20 ton/ha. Kompos diaduk merata pada kedalaman 15-20 cm. Kompos yang digunakan akan lebih baik jika sebelumnya telah diperkaya dengan agen hayati Trichoderma, Gliocladium, Metarizium, dan sebagainya. Untuk mempercepat proses penguraian kompos dan juga meningkatkan populasi mikroba menguntungkan, maka setelah aplikasi kompos, lahan disemprot dengan larutan BOOSLEM (bahan : 500 ml molase/gula + 100 gram Black Asmat + 100 ml Srimp Juice + 100 gram vermicompost + 1 sachet isolat decomposer). Penyemprotan dengan kebasahan minimal 70% atau dengan volume semprot minimal 400 liter/ha.
  7. Bedengan yang sudah diberi kapur dan kompos kemudian dibiarkan di angin-anginkan selama 2 minggu.
  8. Pupuk dasar kimia diberikan 5-7 hari sebelum tanam dengan dosis 80 gram/tanaman NPK, atau campuran SP36 + KCl dosis masing-masing 30 gram/tanaman . (Dosis penggunaan pupuk dasar disesuaikan dengan jenis tanaman, jenis dan kondisi tanah, dan seni bertani masing-masing). Pupuk diaduk merata pada kedalaman 15 cm.
  9. Sebelum tutup mulsa, lakukan penyemprotan larutan BOOSLEM kembali (formula sama seperti diatas).

Tanaman akan tumbuh dengan baik pada tanah yang baik, pastikan tahap pengolahan lahan dilakukan secaratepat. Selamat Bertani.,-

Sumber gambar : http://www.freepik.com/free-photo/bulls-at-work_537254.htm

8 thoughts on “Pengolahan Lahan Tanaman Horti (Lahan Kering)

  1. ceko

    kenpa orang2 jaman dahulu suka membiarkan ladang atau kebun selama 2-3 tahun setelah panen dan di biarkan banyak tanaman liar dan di garap kem bali setelah taun ke 3 atau ke 4 apa fungsinya.dan sampai sekarng juga di daerah 2tertentu masih di lakukan seperti sulawesi, kalimantan

    1. BPP Indonesia Post author

      lahan dibiarkan selama 2 tahun ( atau biasa disebut “bera”) tujuannya adalah untuk mengistirahatkan lahan, mengembalikan nutrisi secara alami serta memutus siklus hama penyakit.

  2. ceko

    apa pungsi bio pori pada ladang dan kebun tolong share pada kita bos supaya bisa dinikmati ilmunya oleh semua para petani dan minat untuk bertani menjadi lebih baik .

  3. ceko

    Ok tanx untuk jawaban jawaban nya,…nah pertanyan saya berikut nya yaitu bagai mana cara mengembalikan tanah ex tambnagnga yang berbatu dan berkerikil yang di anggap sudah tandus untuk bisa di garap menjadi lahan pertanian, sedangkan humus nya sudah gak ada atau kekurangan protein dalam tanah tersebut.

    1. BPP Indonesia Post author

      Dalam sistem penambangan terbuka (open pit mining) yang bijak dan bertanggung jawab, biasanya saat awal-awal penambangan, ketika lapisan penutup berupa tanah mulai dikeruk, tanah tersebut tidak akan dibuang, tetapi dikumpulkan dalam satu tempat tertentu, dan kemudian setelah bahan tambang habis dan tambang tutup, tanah tersebut akan dikembalikan ke tempat asalnya, sehingga tanaman lebih mudah untuk tumbuh kembali di areal bekas tambang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.