Bimbingan Pupuk dan Pemupukan Indonesia

PERTANIAN BIOLOGIS

biological-farming-bppi-1024x768

Bahan organik (pupuk kandang dan sisa tanaman) sebaiknya di kembalikan dan di aduk dalam tanah pada lapisan atas agar proses penguraian berlangsung secara optimal. Cara yang lain adalah dengan cara mengompos bahan organik dan mengembalikannya ke dalam tanah. Jika kita memberikan makanan kepada mikroba tanah, maka mereka akan memberikan makan kepada tanaman. Mikroba akan berkembang dengan pesat jika ada sumber makanannya yaitu bahan organik. Setelah menambahkan bahan organik, biarkan untuk beberapa saat agar terurai sempurna. Setelah unsur hara utama seimbang, lakukan “booslemisasi” menggunakan bahan stimulan biologis seperti asam amino, asam humat, enzim, vitamin, dan hormon, serta inokulasi bakteri, jamur, dan alga yang menguntungkan.

Sejalan dengan seimbangnya unsur hara dan meningkatnya aktivitas kehidupan tanah, maka penggunaan input pupuk kimia dan pestisida kimia menjadi lebih rendah. Bakteri dan jamur yang tugasnya melindungi tanaman dari hama dan penyakit, akan berkembang dengan pesat pada kondisi yg baik, dan tanaman yang sehat pasti lebih “kebal” terhadap segala serangan hama maupun penyakit. Petani biologis seharusnya mencoba metode pengendalian yang ramah lingkungan terlebih dahulu seperti : rotasi tanaman, menyeimbangkan tanah, pengendalian secara mekanis, dan melepaskan musuh alami. penggunan pestisida kimia adalah pilihan terakhir jika metode pengendalian ramah lingkungan tidak berhasil setelah beberapa minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.