Bimbingan Pupuk dan Pemupukan Indonesia

Seberapa Pentingkah Manfaat Hasil Pertanian Organik??

Pertanian Organik Kabupaten Malang

ilustrasi : Pertanian Organik Kabupaten Malang

Semakin banyak orang di seluruh dunia yang beralih ke gaya hidup yang semakin ramah lingkungan, makanan dan produk organik sehingga hasil pertanian organik telah mendapat populeritasnya sendiri dihati konsumen karena manfaat hasil pertanian organik bagi kesehatan kita dan lingkungan.

Hal tersebut dibuktikan semakin meningkatnya trend konsumen produk organik yang dapat memberikan harapan yang besar bagi masa depan pertanian organik. Saat ini masyarakat telah sadar bahwa banyak sekali manfaat jika mengkonsumsi hasil pertanian dari pertanian organik, seperti :

1. Konsumen tidak lagi khawatir dengan bahaya bahan kimia yang terdapat dalam makanan.
Seringkali kita sebagai konsumen merasa khawatir dengan adanya isu campuran zat kimia berbahaya yang digunakan dalam pertanian. Bahan kimia dengan dosis yang berlebih dapat berbahaya dan terus menerus mempengaruhi tubuh anda dari tahun ke tahun (Mengerikan bukan?). Namun kami sebagai pelaku pertanian organik tidak memberikan pupuk kimia dalam proses pertumbuhan tanaman melainkan kami menggunakan mikroba baik dan zat nabati lainnya yang dicampurkan dengan menggunakan alat bernama Booslem. Apa itu booslem? Selengkapnya http://bppindonesia.com/booslem/

2. Pertanian organik ramah lingkungan.

pestisida berbahaya
Secara tidak langsung penggunaan zat kimia dalam pupuk dan pestisida juga dapat mempengaruhi unsur hara didalam tanah sehingga tanah menjadi rusak dan tercemar. Oleh sebab itu kami selalu memberikan perawatan untuk tanah dan tidak menggunakannya secara berlebihan namun harus dilakukan perawatan unsur hara agar tanah yang mengandung banyak unsur hara dapat menghasilkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang berkualitas.
Selain itu pertanian organik juga tidak menyebabkan pencemaran air yang terdapat didalam tanah serta tidak meracuni ekosistem disekitarnya sehingga ekosistem akan terus berlanjut berkesinambungan.

3. Nilai gizi yang baik dalam hasil pertanian organik.
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa perawatan unsur hara bagi tanah sangat mempengaruhi hasil pada produk pertanian organik sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai gizi yang tinggi, mengandung lebih banyak phytochemical (vitamin dan antioksidan) dan tentunya tidak mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan mual, kanker, cacat lahir dan masalah kesehatan lainnya.

4. Tidak menggunakan pengawetan makanan.
Produk hasil pertanian organik tidak menggunakan bahan pengawet yang mana bisa cepat rusak / tidak awet daripada hasil pertanian yang menggunakan pengawet namun manfaat yang kita dapatkan dari hasil pertanian organik adalah makanan yang segar, sehat dan tidak menumpuk bahan pengawet yang berbahaya bagi tubuh serta rasa yang lebih enak.

5. Dapat mengurangi pemanasan global.

Global Warming
Pertanian organik menggunakan cara menanam tanaman secara alami dengan penekanan terhadap perlindungan lingkungan dan pelestarian tanah serta sumber air kita yang berkelanjutan. Pertanian organik tidak menggunakan pupuk buatan yang berasal dari bahan bakar minyak, pestisida, atau makanan dari hasil modifikasi genetika.

Pertanian organik menggunakan pestisida biologi tanpa kimia buatan yang diatur secara ketat sehingga melindungi tanah, udara, makanan, dan hewan liar dari bahaya kimia yang biasa digunakan dalam pertanian konvensional. Melalui teknik bervariasi seperti rotasi penanaman, pupuk hijau, dan kontrol pestisida biologi; petani organik dapat membuat tanah yang lebih baik dan memproduksi tanaman yang lebih sehat yang dapat memberi daya tahan terhadap penyakit maupun serangga.

Tumbuhan pertanian organik ditanam di atas tanah yang kaya nutrisi, mengandung tingkat mineral dan mikronutrisi yang lebih tinggi, termasuk vitamin dan antioksidan yang penting. Jadi, untuk menghindari racun yang berbahaya, makanan organik menjadi makanan yang jauh lebih baik bagi vitalitas dan kesehatan kita. Tak diragukan lagi bahwa semakin banyak dokter yang merekomendasikan organik, pola makan nabati untuk meningkatkan kesehatan dan memulihkan diri dari penyakit kronis.

6. Melindungi jutaan petani dan pekerja pertanian di seluruh dunia dari racun pestisida serta bahaya lain yang berhubungan.

7. Mengurangi efek ketidaksuburan dan gangguan pada sistem saraf.

8. Mengurangi risiko pribadi dari kanker karena pestisida.

9. Melindungi kesehatan bagi anak-anak dan bayi yang belum lahir.

10. Melindungi keanekaragaman hayati.

11. Melindungi koloni lebah dari kemusnahan

12. Melestarikan lapisan tanah atas yang penting untuk menghindari pengikisan yang cepat karena pertanian konvensional

13. Mengurangi zona mati yang ada di lautan karena pupuk kimia.

14. Mengembalikan keamanan suplai pangan kita.

Masih banyak lagi manfaat yang akan kita rasakan apabila kita melakukan budidaya pertanian organik dan tentunya seiring dengan meningkatnya kesadaran dan permintaan konsumen maka pemerintah akan mensubsidi kembali pertanian organik yang berkelanjutan daripada mensubsidi industri daging. Dengan begitu harga makanan organik akan turun, murah, dan dapat dengan mudah ditanam di rumah dan dapat dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Apakah kita petani tradisional di sawah, pecinta kebun di rumah, atau konsumen langganan, ada satu hal yang jelas: gunakan produk yang bebas dari produk hewani maupun kimia, serta gunakan produk yang dapat menciptakan keselamatan, kesehatan, dan cinta kasih di dunia demi kita semua.